Thursday, May 27, 2021

Al Quran At Tadzkiroh Resleting

 Al Quran At Tadzkiroh Resleting

Ada berbagai macam keutamaan membaca Al-Quran misalnnya Bagi umat Islam, membaca Al-Quran bukan lagi menjadi suatu kegiatan yang asing. Al-Quran merupakan pedoman bagi orang muslim dan muslimah di seluruh dunia. Membaca Al-Quran juga termasuk ke dalam ibadah paling utama di antara ibadah-ibadah lainnya.


Maka Tak heran, keutamaan membaca Al-Quran bisa dikategorikan secara umum maupun khusus. Sebagaimana yang sudah diriwayatkan oleh an-Nu‘man ibn Basyir :


Artinya: Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur’an.” (HR. al-Baihaqi)




Fitur-fiturnya dalam AlQuran Resleting Kecil  At Tadzkiroh A6  :

- Rasm Utsmani Standar Depag
- Terjemahan Depag
- Makhorijul Huruf Singkat
- Tajwid Warna
- Panduan Tajwid Warna
- Hadis-hadis Pilihan
- Asbabun Nuzul
- Dilengkapi Dzikir Pagi Petang
- Indek Alphabet Tema Al Quran
- Etika Membaca al-Quran
- Asmaul Husna


Pengertian Makharijul Huruf 

Kata Makharijul Huruf berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari dua kata yaitu: 

1. Makharij (مَخَارِجُ). Kata ini adalah bentuk plural (jamak) dari kata makhraj yang berarti tempat keluar. 2. Al-Huruf (الحُرُوفُ). Kata ini juga bentuk plural (jamak) dari kata al-Harfu yang berarti huruf-huruf. Jadi, menurut bahasa kata makharijul huruf berarti tempat keluar huruf-huruf. Sedangkan menurut istilah ulama tajwid, makharijul huruf adalah tempat keluarnya huruf-huruf pada waktu huruf tersebut dibunyikan (dilafadzkan).

Pengertian Asbabun Nuzul
Asbabun nuzul berasal dari 2 kata, yaitu azbabun dan nuzul. Azbabun memiliki arti sebab atau karena, sedangkan nuzul artinya turun.
Jika kedua kata tersebut digabungkan menjadi asbabun nuzul, maka artinya sebab-sebab turunnya ayat Alquran. Asbabun nuzul terdiri atas 2 macam, yaitu dalam bentuk peristiwa dan dalam bentuk pertanyaan.

Contoh Asbabun Nuzul dalam Bentuk Peristiwa

Contoh asbabun nuzul dalam bentuk peristiwa yaitu berupa pertengkaran. Peristiwa berupa pertengkaran, seperti adanya perselisihan dari suku Aus dan segolongan dari suku Khasraj.
Adanya peristiwa tersebut menyebabkan turunnya ayat Alquran surat Ali-imran ayat 100. Ada pun arti dari surat Ali-imran ayat 100 yaitu:

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al-Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman”.(QS.Ali’Imran: 100)."

BUY HERE

Sifat Al - Quran Asy - Syifa

 

AL QURAN ASY – SYIFA





Sifat al-Qur’an berikutnya yang disebutkan dalam ayat di atas salah satunya asy-Syifa. Penawar atau penyembuh bagi (penyakit) yang ada di dalam dada. Menurut para Mufassir bahwa makna dada dalam ayat ini adalah hati. Sehingga mereka menafsirkan bahwa fungsi dan peran Al-Qur’an sebagai syifa’ (penawar dan penyembuh) adalah, “obat penyembuh dari penyakit syubhat dan keragu-raguan”. (Tafsir Ibn Katsir,3/1380). Artinya, “Al-Qur’an menghilangkan berbagai kotoran (rijs) dan daki yang ada di dalamnya”.

 

Senada dengan Ibnu Katsir, Syekh As Sa’di juga mengatakan bahwa, “Al-Qur’an ini merupakan penawar bagi penyakit yang ada di dalam dada (hati) berupa penyakit-penyakit syahwat yang menghalangi ketundukan pada Syariat dan (penyembuh) dari penyakit syubhat yang menggerogoti ilmu dan keyakinan. Karena di dalam al-Qur’an ini terdapat mau’idzah (nasehat dan pelajaran), targhib wat tarhib(motifasi dan gertakan), wa’d wal wa’id (janji dan ancaman) yang (kesemua itu) membuat seorang  hamba memiliki sikap raghbah dan rahbah. (Tafsir As Sa’diy, hlm. 367).









 

Jadi syifa yang dikandung oleh Al-Qur’an meliputi kesembuhan bagi (penyakit) hati berupa syubhat, jahalah (kebodohan), pendapat atau pandangan yang keliru (al-ara al-fasidah), penyimpangan yang buruk, serta maksud dan tujuan yang jelek. (hlm.465). Al-Qur’an adalah obat semua penyakit hati tersebut. “Karena Al-Qur’an mengandung ilmu yang meyakinkan yang menghapuskan setiap kerancuan (syubhat) dan kebodohan (jahalah). Selain itu al-Qur’an juga mengandung nasehat dan peringatan yang menghapuskan setiap syahwat yang menyelisihi perintah Allah”. (hlm.465).

Dari penjelasan Ibn Katsir dan Syekh As Sa’di di atas disimpulkan, kata ’syifa lima fis Shudur” mencakup makna bahwa al-Qur’an adalah penyembuh bagi apa yang ada di dalam hati dan jiwa manusia berupa penyakit syahwat dan syubhat yang merupakan bibit utama penyakit hati. Buya Hamka mengistilahkannya dengan, “Sesuatu kumpulan dari resep-resep rohani”, (Tafsir Al-Azhar, 11/237).


BUY HERE

                  AL QURAN AL - MANAR

 

 


Ada berbagai macam keutamaan membaca Al-Quran misalnnya Bagi umat Islam, membaca Al-Quran bukan lagi menjadi suatu kegiatan yang asing. Al-Quran merupakan pedoman bagi orang muslim dan muslimah di seluruh dunia. Membaca Al-Quran juga termasuk ke dalam ibadah paling utama di antara ibadah-ibadah lainnya.


Maka Tak heran, keutamaan membaca Al-Quran bisa dikategorikan secara umum maupun khusus. Sebagaimana yang sudah diriwayatkan oleh an-Nu‘man ibn Basyir :


Artinya: Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur’an.” (HR. al-Baihaqi).

fitur-fitur dari Al Quran Al Manar  :

– Daftar nama

– nama surat
Khat Madinah Rasm Utsmani Standar Depag
– Teks Ayat yang besar dan jelas
– lafaz Allah bewarna
Doa Sujud Tilawah
– Doa Khatam al Quran
– Asmaul Husnah

 




 

Mengenal Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia

Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia adalah Mushaf Al-Qur’an yang dibakukan cara penulisannya (rasm), harakat, tanda baca dan tanda wakafnya berdasarkan hasil Musyawarah Kerja (Muker) Ulama Al-Qur’an I s.d IX (1974 s.d 1983) dan dijadikan sebagai pedoman penerbitan mushaf Al-Qur’an di Indonesia.

Hadist yang Mendasari Sujud Tilawah

Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:


إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ , اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِي , يَقُولُ: يَا وَيْلَهُ أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ، وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِيَ النَّارُ

Artinya: "Ketika anak adam membaca ayat As-Sajdah kemudian ia bersujud maka setan menyendiri dan menangis. Ia berkata, “celaka, anak adam diperintah untuk bersujud dan ia pun bersujud maka baginya surga. Dan aku telah diperintah untuk bersujud namun aku menolak maka bagiku neraka."

BUY HERE